Berikut adalah Acara Pendukung Jogja Muslim fair 2009
Rabu, 12 Agustus 2009 09.00-11.00 Pembukaan oleh Bpk. Sri Purnomo (Wabup Sleman & Ketua Masy. Ek. Syariah DIY) dimeriahkan pentas Hadroh & Nasyid 13.00-15.00 Parade Nasyid Jogja (Asosiasi Nasyid Jogja) Sesi I 15.00-17.00 Parade Nasyid Jogja (Asosiasi Nasyid Jogja) Sesi II 19.00-21.00 Talk Show Pelajar: Smart, Young, and Fresh: Are You? Bersama Dr. Adhyaksa Dault (Kemenegpora RI), Agung Widodo,S.Kom (Ketua Kapmepi DIY), dan Irwan Indra (Pimp. Umum Free Magz Façade)
Kamis, 13 Agustus 2009 15.00-17.00 Bedah Buku Gaza Media Solo “Kalo ke Surga Mudah Ngapain Susah-susah ke Neraka” bersama Erwan Raihan (penulisnya) 19.00-21.00 Bedah Buku Pro-U Media “Engkaulah Kekasihku” pembicara Fadlan al-Ikhwani (penulisnya) dan Salim A. Fillah (Penulis Buku Jalan Cinta Para Pejuang)
Jumat, 14 Agustus 2009 09.00-11.00 Tabligh Akbar bersama Ustadz Abu Bakar Ba’asyir 15.30-17.30 Parade Nasyid Jogja (Asosiasi Nasyid Jogja) Sesi III 19.00-21.00 Bedah Buku Pro-U Media “Lelaki Penggenggam Kairo” bersama Ust. Abdullah Sunono (praktisi dakwah) dan Ust. Dwi Bdiyanto (penulis buku Prophetic Learning)
Sabtu, 15 Agustus 2009 15.00-17.30 Bedah buku KAFAYEH media “Agar Syahadatmu Tidak Sia-sia” oleh Ust. Mahasin Zaeni (Al Misbah) 19.00-21.00 Bedah buku Pro-U Media “Betapa Allah Menyayanngiku, Saudariku” pembicara Ratna Dewi Idrus (penulisnya) dan Nunung Bintari (aktivis muslimah)
Ahad, 16 Agustus 2009 09.00-11.30 Lomba gambar dan mewarnai (TK & SD) di panggung utama Muslim Fair 2009 09.00-17.00 Workshop Ceria Metode Pembelajaran ABATA bersama Ust. Saiful Anwar (Direktur Labbaika Qur’anic Education Centre Jakarta) di Balai Utari
Senin, 17 Agustus 2009 12.00-17.00 Temu Akbar Rohis Jogja (Tausyiyah, Game, Nasyid, dan Ukhuwah) 19.00-21.00 TRAINING GPQ (Gerakan Pintar Qur’an) oleh Ust. Drs. Mahroji (system mahir dalam 10 jam) 19.00-21.00 Pengumuman Lomba dan Penutupan
Saya dan teman-teman sekamar baru saja pulang dari Gedung Mandala Bakti Wanitatama. Kami bertiga: saya, Dewi, dan Yulia mengunjungi Jogja Muslim Fair 2009. Kami berangkat dari asrama ba’da maghrib (pas adzan isya pada tepatnya, hehe). Alhamdulillah, jalanan kota Jogja di malam hari agak lengang (biasanya rebutan jalan ma Kopata, Aspada, Damri, hehehe), jadi kami bisa berkendara dengan asik sambil menikmati kota Jogja di malam hari.
Sampai di Mandala Bakti, parkiran mobil dan motor sudah penuh (seperti biasa kalau lagi ada even pameran disana pasti tempat parkir selalu full dari pagi mpe malam). Ya, tak heranlah, karena memang kegiatan ini dimulai dari pagi hingga malam hari.
Setelah memarkir kendaraan, kami bergegas memasuki pameran. Dan tadaaa!!!! Stand yang pertama-tama kami masuki adalah stand pakaian…. Namanya juga perempuan, hihihi. Kami melihat dan menyisir stand yang didirikan sepanjang hampir separuh panjang halaman gedung tersebut, siapa tahu ada pakaian atau jilbab atau aksesoris-aksesoris “girly” yang nempel di hati. Setelah seluruh stand tersisir habis, akhirnya saya memutuskan untuk membeli sepotong rok. Yah, nggakbagus-bagus amat sih, tapi lumayan buat mix and match sama pakaian lain yang sudah lebih dulu dipunyai sebenarnya sih lagi nyari padanan yang pas buat kain batik seragam keluarga buesar saya, hehehe, sedangkan Dewi dan Yulia memutuskan untuk tidak membeli barang disitu.
Di akhir stand pakaian, dibelokan jalan sebelah kiri kami melihat ada beberapa stand makanan. Hmmmmm…. Aroma yang terkabar lewart angin sudah cukup meyakinkan kami kalau makanan yang dijajakan disitu enak dan sudah pasti halal, jadi kami nggak mampir dengan alasan kesehatan, eh waktu. Di belokan jalan yang kekanan, kami lihat ada satu stand VCD dan buku yang sepertinya mengkhususkan diri pada ranah perjuangan. Kami lihat ada beberapa ikhwan berdiri di depan stand tersebut. Ooo, rupanya mereka sedang asyik menyimak tayangan VCD yang disetel oleh penjaga stand. VCD itu mengisahkan tentang suasana perang yang terjadi di Irak (sepenangkapan kami, dari subtitle yang kami baca sekilas-sekilas). Kami pun berhenti sebentar untuk melihat tayangan tersebut, tetapi lama kelamaan kami merasa ngeri, karena suasana yang ditampilkan memang suasana pada saat perang terjadi, dimana terjadi baku tembak di perumahan. Tergambar, rumah yang tadinya bagus, mewah (bahkan diperlihatkan pula ada AC yang terpasang) menjadi rumah yang sama sekali tidak berharga di tengah peperangan seperti itu. Rumah itu sudah tidak bisa dijadikan tempat tinggal lagi, bahkan untuk berlindung pun tidak… sampai disitu kami beristighfar, merasa ngeri dengan keadaan tersebut, dan kemudian bersyukur, bahwa kami masih menjalani kehidupan yang penuh damai… Terima kasih ya Rabb..
Kemudian kami masuk ke Balai Shinta (kalau tidak salah, hehehe). Mulailah pertarungan antara kocek kami dengan harga buku-buku yang sangat menarik, bisa dipastikan wajah kami mupeng. Kami sibuk hunting buku yang oke dengan harga miring. Sebenarnya saya tertarik juga untuk membeli buku, tetapi karena prioritas saya saat itu adalah bukan buku (pisss….), maka saya memutuskan belum tidak membeli satupun buku. Yulia dan Dewi membeli masing-masing 2 novel dan 1 buku keluaran Zahra Publishing lumayan bisa pinjam, wkwkwkwk. Waktu di stand Togamas, saya ketemu teman lama saya, Orta. Ternyata dia sudah kerja di UGM. Turut senang deh.
Oya, waktu kami masuk Balai Shinta, ternyata baru saja mulai acara bedah buku Pro-U Media “Lelaki Penggenggam Kairo” dengan pembicara Ustadz Abdullah Sunono dan Ustadz Dwi Budiyanto. Kami juga baru tahu, ternyata kami ketinggalan momen langka di hari ini, yaitu tabligh akbar bersama Ustadz Abu Bakar Baasyir yang diselenggarakan pagi hingga siang hari tadi. Huuuhuuuhuu sedih deh, tapi nggak papalah, namanya juga nggak tahu.Semoga bisa di lain kesempatan.
Akhirnya setelah puas menyusuri stand-stand buku, VCD, dan lain-lain yang digeber dalam satu balai, kali memutuskan untuk pulang. Khawatir juga kami, nanti sampai asrama semoga Pak Sigit belum ngunci gerbang, atau kalau gerbang sudah dikunci, semoga beliau mau membukakan gerbang untuk kami. Hehehe.
Alhamdulillah, setelah beli nasi goreng di penyetan dekat kampus analis langganan kami, kami sampai di asrama dengan selamat dan gerbang belum ditutup. Pak Sigit baik, nungguin kami pulang kali ya, wkwkwkwk.
Acara pergi bareng ditutup dengan makan nasi goreng bareng di kamar. Setelah makan, kamipun bubar jalan.
Beberapa hari ini saya intens menatap layar komputer untuk mencoba menyelesaikan Laporan KTI saya dan juga online. Alhasil, mata saya mungkin merasa lelah, jengah menatap LCD sepanjang waktu. Huuuh, lama kelamaan mata saya berair kalau saya pakai untuk mantengin layar komputer.
Huaaaahuaaa... kayaknya silinder saya nambah deh T_T. Saya merasa pandangan mengganda jika melihat barang yang jaraknya dekat dengan saya, apalagi jika jaraknya jauh. Semakin nggak keliatan.
Alhasil saya harus menyipit-nyipitkan mata jika melihat berbagai macam benda dengan sembarang jarak. Hik-hik-hik. Bukan apa-apa, hanya merasa khawatir jika teman2 atau orang yang berada di dekat saya merasa terganggu dengan kegiatan saya yang satu ini (semoga saja tidak). Tapi sejauh ini teman2 juga tidak komplain, paling mereka meledek saya, karena untuk melihat dengan fokus, saya akan menyipitkan mata yang otomatis juga menarik otot pipi di dekat hidung saya, jadi terkesan sedikit mecucu.
Mau ke optik, tapi belum sempat dan belum ada budget, sibuk nyelesaiin Laporan KTI, Ujian Akhir Tertulis, Ujian Ulang Phantooom, Persiapan Ujian ANC, Persiapan Tujuh Belasan, dan Persiapan Ujian Sidang KTI (Wow, baru nyadar, waktu berjalan begitu cepatnya didepan layar komputer, hehehe)Yah, beginilah jadinya. Tapi, maaf ni, tidak menampilkan gambar bagaimana saya menyipit2kan mata saya waktu fokus melihat sebuah benda (takut jadi trend setter, huehehehe).